Sound Horeg: Antara Budaya, Getaran, dan Risiko Kesehatan
Rp60.000
Fenomena Sound Horeg di Indonesia merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya kontemporer yang unik sekaligus kompleks. Di berbagai daerah, terutama di Jawa Timur, dentuman bass dan deru frekuensi menjadi simbol kemeriahan dan kebersamaan masyarakat. Sound horeg tidak hanya menandai pesta rakyat dan hajatan, tetapi juga mencerminkan identitas sosial, kreativitas teknis, serta dinamika ekonomi lokal. Buku ini lahir dari fenomena tersebut antara kegembiraan budaya dan potensi risiko kesehatan akibat paparan suara berintensitas tinggi. Masyarakat mungkin menikmati sensasi getarannya tanpa menyadari bahwa gelombang bunyi di bawah 20 Hz memiliki efek fisiologis dan psikologis yang kompleks terhadap tubuh manusia. Buku ini menjelaskan bagaimana “suara” dapat menjadi medium yang menghubungkan tubuh, ruang, dan budaya. Tujuannya bukan untuk menolak tradisi atau ekspresi masyarakat, melainkan untuk memperkaya pemahaman masyarakat agar praktik budaya seperti sound horeg dapat terus dilestarikan dengan cara yang sehat, dan aman.
Tersedia di backorder
Deskripsi
- Penulis :
- Dr. dr. Iwan Setiawan Adji, Sp.THT-BKL
- dr. Sunaryo, Sp. THT- KL
- Editor : Devy Ayu Ningtyas, S.Ked.
- Dimensi : 15,5 cm x 23 cm
- Format : 130 hlm
- Tahun Terbit : 2025
- eISBN : 978-602-361-802-6 (pdf)
- Cover : Softcover
Informasi Tambahan
| Berat | 0,25 kg |
|---|---|
| Dimensi | 15,5 × 23 cm |
| Penulis | Dr. dr. Iwan Setiawan Adji, Sp.THT-BKL |
| Editor | Devy Ayu Ningtyas, S.Ked. |
| Cover | Softcover |
| Tahun Terbit | 2025 |
| eISBN | 978-602-361-802-6 (pdf) |
